PENYAKIT KISTA BARTHOLINI (ABSES BARTOLINI): GEJALA, BAHAYA, KOMPLIKASI DAN PENGOBATAN
Memahami Abses Bartholini: Gejala, Bahaya, Komplikasi, dan Cara Mengatasinya
Penyakit Kista bartholini dapat terjadi ketika salah satu kelenjar bartholin yang terletak di kedua sisi lubang vagina, menjadi terinfeksi. Ketika kelenjar tersumbat, biasanya akan terbentuk kista. Jika kista terinfeksi, maka akan menyebabkan abses bartholini. Abses bartholin dapat berdiameter lebih dari satu inci. Biasanya menyebabkan rasa sakit yang signifikan. Wanita usia subur adalah populasi yang paling berpengaruh terhadap penyakit abses bartholini. Hampir 2 persen wanita akan mengalami abses bartholin dalam hidup mereka.
Abses Bartholin adalah penumpukan nanah di salah satu kelenjar bartholin. Ini terjadi ketika suatu kista terbentuk di kelenjar dan menjadi infeksi. Kelenjar bartholin adalah dua kelenjar kecil berbentuk kacang yang terletak di setiap sisi lubang vagina yang mengeluarkan cairan untuk melumasi vagina. Jika kelenjar tersumbat, cairan bisa terperangkap dan menyebabkan kista terbentuk. Kista bartholin yang terinfeksi dapat menyebabkan abses bartholini.
Obat Kista bartholin Herbal Kapsul Gamat Emas Cairan Bengkak di Mulut Kewanitaan Kelenjar Bartholini Tersumbat Menumpuk Infeksi Kemaluan Miss V Wanita Nyeri Anyang Anyangan Disuria Perih Saat Buang Air Seni Kemih Jamu Kewanitaan
Seseorang akan mengetahui apakah mereka memiliki abses bartholini karena abses menyebabkan rasa sakit yang hebat di satu sisi vagina, bersama dengan kemerahan dan pembengkakan di area umum. Abses bervariasi dalam ukuran dari sangat kecil hingga lebih dari satu inci dengan diameter. Hampir 1 dari setiap 50 wanita akan mengalami kista atau abses bartholini pada suatu waktu. Perempuan yang berusia subur, terutama yang berkisar usia 20 tahunan, paling berisiko untuk mendapatkan abses bartholini.
Apakah penyebab dan faktor terjadinya infeksi kista abses bartholini? Apa saja gejala yang dapat ditimbulkan oleh infeksi abses bartholini? Siapakah yang beresiko untuk terkena infeksi kista abses bartholini? Apa bahaya atau komplikasi infeksi kista abses bartholini apabila tidak segera diobati? Bagaimana diagnosis dan pengobatan terhadap penyakit abses bartholini? Dan, Bagaimana pengobatan penyakit abses bartolini, untuk menjawab pertanyaan di atas mari kita simak penjelasan Infeksi Kista Bartholini atau Abses Bartholini di bawah ini.
Kelenjar Bartholin terletak di antara vagina dan vulva (bagian luar alat kelamin wanita) dan menghasilkan cairan yang membantu mengurangi gesekan saat berhubungan seksual. Terkadang aliran dari kelenjar ini terhambat dan menyebabkan cairan kembali lagi ke kelenjar. Terjadilah pembengkakan atau infeksi yang mengakibatkan tumbuhnya kista hingga timbulnya abses bartolini.
Penyebab Penyakit Kista Bartolini
Penyebab Terjadinya abses bartholini adalah ketika dua kelenjar bartholin yang masing-masing seukuran kacang polong berada di kedua sisi pembukaan vagina yang berfungsi memberikan lubrikasi ke mukosa vagina terjadi penyumbatan. Hingga menimbulkan kista bartholini dan infeksi abses bartholini. Dokter percaya bahwa bakteri, seperti E. coli, dan penyakit menular seksual (PMS) seperti klamidia atau kencing nanah adalah penyebab infeksi abses bartholini. Jika bakteri masuk ke kelenjar maka akan timbul bengkak, infeksi, dan obstruksi.
Ketika cairan menumpuk di kelenjar, tekanan akan meningkat di daerah tersebut. Butuh waktu bertahun-tahun bagi cairan untuk membentuk kista, tetapi abses dapat terbentuk dengan cepat setelahnya. Abses Bartholin cenderung sangat menyakitkan dan biasanya hanya terjadi pada satu sisi vagina. Nyeri saat berhubungan seksual dan demam mungkin merupakan gejala abses bartholini Abses Bartholin terjadi ketika salah satu kelenjar menjadi terinfeksi oleh bakteri, seperti Escherichia coli (E. coli) atau infeksi menular seksual (IMS) klamidia dan kencing nanah.
Dalam sebuah penelitian terhadap 219 wanita dengan abses Bartholin, hampir 62% dinyatakan positif terinfeksi bakteri. E. coli yang merupakan penyebab paling umum. 43,7 persen disebabkan oleh infeksi. Bakteri juga secara signifikan lebih sering terjadi pada kasus infeksi berulang. Hampir 8 persen kasus melibatkan lebih dari satu jenis bakteri.
Spesies bakteri lain yang berperan dalam perkembangan abses bartholini meliputi :
Brucella melitensis
Hypermu Viscous
Klebsiella variicola
Neisseria sicca
Pasteurella bettii
Pseudomonas aeruginosa
Salmonella panama
Staphylococcus aureus
Spesies Streptococcus
Gejala Penyakit Kista Bartholini
Penyakit kista abses bartholini biasanya menyebabkan benjolan terbentuk di bawah kulit di satu sisi vagina dan rasa sakit selama aktivitas apa pun yang memberi tekanan pada area tersebut. Seperti berjalan, duduk, atau melakukan hubungan seksual. Tanda dan gejala lain infeksi kista abses bartholini termasuk :
Gejala umum yang mungkin terjadi seperti :
benjolan kecil yang tidak nyeri di dekat pembukaan atau lubang vagina
kemerahan dekat pembukaan vagina
bengkak di dekat pembukaan vagina
Kista Bartholin kecil mungkin tidak menimbulkan gejala apa pun
Jika kista sudah terinfeksi maka akan teraba lunak, nyeri, keluarnya pus atau nanah yang mengalir dari kista, demam, dan menggigil.
Ketika kista terinfeksi, itu disebut sebagai abses.
Ketidaknyamanan saat berjalan atau duduk
Nyeri saat berhubungan seksual
Demam
Adanya pembengkakan atau memerah pada bibir vagina
Kista bartholin biasanya muncul hanya pada satu sisi bibir vagina.
Kista Bartholin dapat tumbuh kira-kira sebesar kacang polong hingga sebesar marmer, atau dengan diameter sekitar 0,2 hingga 1 inci. Dan tumbuh dengan lambat.
Jika abses bartholini tumbuh cukup besar, itu bisa memecah kulit yang disebut sebagai perpecahan spontan.
Ketika abses bartholini pecah, cairan akan mengalir keluar dan orang tersebut akan melihat keluarnya cairan dari vagina.
Faktor-faktor Risiko Untuk Terkena Infeksi Kista atau Abses Bartholini
Penyakit abses bartholini pada umumnya terjadi pada wanita nulipara (belum pernah melahirkan) dan usia subur. Seorang wanita yang cenderung memiliki kista bartholin yang menyebabkan abses bartholini ketika :
Pada usia muda sudah aktif melakukan hubungan seksual
Belum pernah hamil
Riwayat memiliki kista bartholin sebelumnya
Riwayat infeksi menular seksual
Riwayat pembedahan vulva
Bahaya dan Komplikasi Penyakit Kista atau Abses Bartholini
Komplikasi dan gejala darurat apabila infeksi kista abses bartholini memburuk dan tidak segera diobati adalah terjadinya infeksi yang dapat menyebar ke organ lain di tubuh Anda. Infeksi dapat memasuki aliran darah, kondisi ini yang disebut juga dengan septikemia. Septikemia berbahaya karena infeksi dapat disebarkan di seluruh tubuh dan menyebabkan keracunan darah. Jika telah terjadi sepsis maka pengobatan dan penanganan pun akan lebih sulit dan memakan waktu yang lama, hingga mungkin akan terjadinya kematian.
Diagnosis Dan Pengobatan Terhadap Penyakit Kista Bartholini
Dokter akan memberikan diagnosa suatu penyakit dengan bertanya tentang riwayat medis Anda. Termasuk apakah Anda pernah mengalami penyakit abses bartholini sebelumnya. Lalu melakukan tes atau pemeriksaan fisik untuk mendapatkan hasil yang akurat terhadap penyakit abses bartholini.
Dokter juga akan melihat area di sekitarnya untuk mengetahui tanda-tanda infeksi eksternal. Untuk menentukan apakah Anda mengalami infeksi kista abses bartholini, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik seperti memeriksa apakah ada benjolan di dalam vagina yang bisa menunjukkan adanya abses. Dokter juga dapat mengambil sampel dari area tersebut untuk memeriksa adanya STD atau penyakit menular seksual. STD harus diobati bersamaan dengan abses.
Perihal pengobatan penyakit abses bartholini ini membutuhkan penanganan dan pengobatan yang tepat dari tenaga kesehatan yang profesional serta terlatih pada bidangnya. Pengobatan secara medis tidak dapat dilakukan sendiri tanpa pengawasan dokter, oleh karena itu dibutuhkan pemeriksaan dan pengujian lebih lanjut terhadap penyakit agar didapatkan hasil yang akurat dan penanganan yang tepat.
Pengobatan Penyakit Kista Bartolini
Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Untuk melakukan pemeriksaan, kini, semua informasi kesehatan ada di genggamanmu!
Disclaimer: Hasil dapat berbeda dari masing-masing individu.